Pencak silat atau
silat adalah suatu
seni bela diri tradisional yang berasal dari
Indonesia. Seni bela diri ini secara luas dikenal di
Indonesia,
Malaysia,
Brunei, dan
Singapura,
Filipina selatan, dan
Thailand selatan sesuai dengan penyebaran berbagai suku bangsa Nusantara. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, kini
Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh. Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Organisasi yang mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara adalah
Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (Persilat), yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Pencak silat adalah olahraga bela diri yang memerlukan banyak konsentrasi.
[1]Ada pengaruh budaya Cina, agama
Hindu,
Budha, dan
Islam dalam pencak silat.
[1] Biasanya setiap daerah di Indonesia mempunyai aliran pencak silat yang khas. Misalnya, daerah
Jawa Barat terkenal dengan aliran Cimande dan Cikalong, di Jawa Tengah ada aliran
Merpati Putih dan di Jawa Timur ada aliran
Perisai Diri.
[1] Setiap empat tahun di Indonesia ada pertandingan pencak silat tingkat nasional dalam
Pekan Olahraga Nasional. Pencak silat juga dipertandingkan dalam
SEA Games sejak tahun 1987. Di luar Indonesia juga ada banyak penggemar pencak silat seperti di Australia, Belanda, Jerman, dan Amerika.
[1]
Di tingkat nasional olahraga melalui permainan dan olahraga pencak
silat menjadi salah satu alat pemersatu nusantara, bahkan untuk
mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa.
[2] Olahraga pencak silat sudah dipertandingkan di skala internasional.
[2]
Di Indonesia banyak sekali aliran-aliran dalam pencak silat, dengan
banyaknya aliran ini menunjukkan kekayaan budaya masyarakat yang ada di
Indonesia dengan nilai-nilai yang ada didalamnya.
Etimologi
Istilah
silat dikenal secara luas di Asia Tenggara, akan tetapi khusus di Indonesia istilah yang digunakan adalah
pencak silat. Istilah ini digunakan sejak 1948 untuk mempersatukan berbagai aliran seni bela diri tradisional yang berkembang di Indonesia.
[3]
Nama "pencak" digunakan di Jawa, sedangkan "silat" digunakan di
Sumatera, Semenanjung Malaya dan Kalimantan. Dalam perkembangannya kini
istilah "pencak" lebih mengedepankan unsur seni dan penampilan keindahan
gerakan, sedangkan "silat" adalah inti ajaran bela diri dalam
pertarungan.
Sejarah
Bela diri yang berkembang di Nusantara didasarkan pada upaya pertahanan suku menghadapi musuh, seperti tari perang
Nias.
Nenek moyang
bangsa Indonesia telah memiliki cara pembelaan diri yang ditujukan
untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya dari
tantangan alam.
[4] Mereka menciptakan bela diri dengan menirukan gerakan binatang yang ada di alam sekitarnya, seperti gerakan
kera, harimau, ular, atau burung elang.
[4]
Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan juga berkembang
dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang
dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak, misalnya seperti dalam
tradisi suku
Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.
Silat diperkirakan menyebar di
kepulauan nusantara semenjak
abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat ditentukan secara pasti. Kerajaan-kerajaan besar, seperti
Sriwijaya dan
Majapahit
disebutkan memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai ilmu bela
diri dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam
pembelaan diri dapat diandalkan.
[4]
Peneliti silat Donald F. Draeger berpendapat bahwa bukti adanya seni
bela diri bisa dilihat dari berbagai artefak senjata yang ditemukan dari
masa klasik (Hindu-Budha) serta pada pahatan relief-relief yang
berisikan sikap-sikap kuda-kuda silat di candi Prambanan dan
Borobudur.
Dalam bukunya, Draeger menuliskan bahwa senjata dan seni beladiri silat
adalah tak terpisahkan, bukan hanya dalam olah tubuh saja, melainkan
juga pada hubungan spiritual yang terkait erat dengan kebudayaan
Indonesia. Sementara itu Sheikh Shamsuddin (2005)
[5] berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu bela diri dari
Cina dan
India
dalam silat. Hal ini karena sejak awal kebudayaan Melayu telah mendapat
pengaruh dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari
India, Cina, dan mancanegara lainnya.
Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai nama.
[6] Di
semenanjung Malaysia dan
Singapura, silat lebih dikenal dengan nama alirannya yaitu
gayong dan
cekak.
[6] Di Thailand, pencak silat dikenal dengan nama
bersilat, dan di Filipina selatan dikenal dengan nama
pasilat.
[6]
Dari namanya, dapat diketahui bahwa istilah "silat" paling banyak
menyebar luas, sehingga diduga bahwa bela diri ini menyebar dari
Sumatera ke berbagai kawasan di rantau Asia Tenggara.
[6]
Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke
mulut, diajarkan dari guru ke murid, sehingga catatan tertulis mengenai
asal mula silat sulit ditemukan. Sejarah silat dikisahkan melalui
legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Legenda
Minangkabau, silat (
bahasa Minangkabau:
silek) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari
Pariangan, Tanah Datar di kaki
Gunung Marapi pada abad ke-11.
[7] Kemudian
silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh
Asia Tenggara.
Demikian pula cerita rakyat mengenai asal mula silat aliran Cimande,
yang mengisahkan seorang perempuan yang mencontoh gerakan pertarungan
antara harimau dan monyet. Setiap daerah umumnya memiliki tokoh
persilatan (
pendekar) yang dibanggakan, misalnya
Prabu Siliwangi sebagai tokoh pencak silat Sunda Pajajaran,
[8] Hang Tuah panglima Malaka,
[9] Gajah Mada mahapatih Majapahit
[butuh rujukan] dan
Si Pitung dari Betawi.
[butuh rujukan]
Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada
abad ke-14
di nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersama-sama dengan
pelajaran agama di surau atau pesantren. Silat menjadi bagian dari
latihan spiritual.
[5]
Dalam budaya beberapa suku bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan
bagian tak terpisahkan dalam upacara adatnya. Misalnya kesenian tari
Randai yang tak lain adalah gerakan
silek Minangkabau kerap ditampilkan dalam berbagai perhelatan dan acara adat Minangkabau. Dalam prosesi pernikahan adat
Betawi
terdapat tradisi "palang pintu", yaitu peragaan silat Betawi yang
dikemas dalam sebuah sandiwara kecil. Acara ini biasanya digelar sebelum
akad nikah, yaitu sebuah drama kecil yang menceritakan rombongan
pengantin pria dalam perjalanannya menuju rumah pengantin wanita
dihadang oleh jawara (pendekar) kampung setempat yang dikisahkan juga
menaruh hati kepada pengantin wanita. Maka terjadilah pertarungan silat
di tengah jalan antara jawara-jawara penghadang dengan pendekar-pendekar
pengiring pengantin pria yang tentu saja dimenangkan oleh para pengawal
pengantin pria.
Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat,
menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah
asing.
[9] Dalam sejarah perjuangan melawan
penjajah Belanda, tercatat para pendekar yang mengangkat senjata, seperti
Panembahan Senopati,
Sultan Agung,
Pangeran Diponegoro,
Teuku Cik Di Tiro,
Teuku Umar,
Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih,
Cut Nyak Dhien, dan
Cut Nyak Meutia.
[4]
Silat saat ini telah diakui sebagai budaya
suku Melayu dalam pengertian yang luas,
[10] yaitu para penduduk daerah pesisir pulau
Sumatera dan
Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan
lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di
Jawa,
Bali,
Kalimantan,
Sulawesi, dan pulau-pulau lain-lainnya yang juga mengembangkan beladiri ini.
Menyadari pentingnya mengembangkan peranan pencak silat maka dirasa
perlu adanya organisasi pencak silat yang bersifat nasional, yang dapat
pula mengikat aliran-aliran pencak silat di seluruh Indonesia. Pada
tanggal 18 Mei 1948, terbentuklah
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI)
[4] Kini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia.
Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat)
didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya (Indonesia), yang saat itu
menjabat
ketua IPSI.
[6] Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari
Malaysia,
Singapura, dan
Brunei Darussalam.
[6] Keempat negara itu termasuk
Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri
Persilat.
[6]
Beberapa organisasi silat nasional antara lain adalah
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia,
Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia,
Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura, dan
Persekutuan Silat Brunei Darussalam
(PERSIB) di Brunei. Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat
di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk
sebagai cabang olah raga dalam pertandingan internasional, khususnya
dipertandingkan dalam
SEA Games.
Istilah dalam Pencak Silat
Silat
Betawi saat acara "Palang Pintu" dalam tradisi pernikahan Betawi, tengah memperagakan teknik kuncian melucuti
golok.
- Kuda-kuda: adalah posisi menapak kaki untuk memperkokoh
posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kokoh penting untuk mempertahankan
posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda juga penting untuk
menahan dorongan atau menjadi dasar titik tolak serangan (tendangan atau
pukulan).
- Sikap dan Gerak: Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik
(pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap
dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara
berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka
pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang
cepat.
- Langkah: Ciri khas dari Silat adalah penggunaan langkah.
Langkah ini penting di dalam permainan silat yang baik dan benar. Ada
beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya langkah tiga dan langkah
empat.
- Kembangan: adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang
dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus
mengintai celah pertahanan musuh. Kembangan utama biasanya dilakukan
pada awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau
mengelabui musuh. Seringkali gerakan kembangan silat menyerupai tarian
atau dalam maenpo Sunda menyerupai ngibing (berjoget). Kembangan adalah salah satu bagian penilaian utama dalam seni pencak silat yang mengutamakan keindahan gerakan.
- Buah: Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik
bertahan dan menyerang. Secara tradisional istilah teknik ini dapat
disamakan dengan buah. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku, lengan,
kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk
tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan,
mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.
- Jurus: pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus
ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang
digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik
lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah,
atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat
digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.
- Sapuan dan Guntingan: adalah salah satu jenis buah (teknik)
menjatuhkan musuh dengan menyerang kuda-kuda musuh, yakni menendang
dengan menyapu atau menjepit (menggunting) kaki musuh, sehingga musuh
kehilangan keseimbangan dan jatuh.
- Kuncian: adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar tidak
berdaya, tidak dapat bergerak, atau untuk melucuti senjata musuh.
Kuncian melibatkan gerakan menghindar, tipuan, dan gerakan cepat yang
biasanya mengincar pergelangan tangan, lengan, leher, dagu, atau bahu
musuh.
Aspek dan bentuk
Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:
- Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan
mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar
dan maha guru pencak silat zaman dahulu seringkali harus melewati
tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat
tertinggi keilmuannya.
- Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
- Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.
- Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak
silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah
tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi
pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal,
ganda atau regu.
Bentuk pencak silat dan padepokannya (tempat berlatihnya) berbeda
satu sama lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan. Banyak aliran
yang menemukan asalnya dari pengamatan atas perkelahian binatang liar.
Silat-silat
harimau dan
monyet
ialah contoh dari aliran-aliran tersebut. Adapula yang berpendapat
bahwa aspek bela diri dan olah raga, baik fisik maupun pernapasan,
adalah awal dari pengembangan silat. Aspek
olah raga dan aspek bela diri inilah yang telah membuat pencak silat menjadi terkenal di Eropa.
Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa pokok-pokok dari pencak
silat terhilangkan, atau dipermudah, saat pencak silat bergabung pada
dunia olah raga. Oleh karena itu, sebagian praktisi silat tetap
memfokuskan pada bentuk tradisional atau spiritual dari pencak silat,
dan tidak mengikuti keanggotaan dan peraturan yang ditempuh oleh
Persilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat sedunia.
Senjata
Selain bertarung dengan tangan kosong, pencak silat juga mengenal berbagai macam senjata. antara lain:
- Keris:
sebuah senjata tikam berbentuk pisau kecil, sering dengan bilah
bergelombang yang dibuat dengan melipat berbagai jenis logam
bersama-sama dan kemudian cuci dalam asam.
- Kujang: pisau khas Sunda
- Samping/Linso: selendang kain sutera dipakai sekitar pinggang atau
bahu, yang digunakan dalam penguncian teknik dan untuk pertahanan
terhadap pisau.
- Galah: tongkat yang terbuat dari kayu, baja atau bambu .
- Cindai: kain, biasanya dipakai sebagai sarung atau dibungkus sebagai
kepala gigi. Tradisional perempuan menutupi kepala mereka dengan kain
yang dapat diubah menjadi cindai.
- Tongkat/Toya: tongkat berjalan yang dibawa oleh orang tua, pengelana dan musafir.
- Kipas: kipas lipat tradisional yang kerangkanya dapat terbuat dari kayu atau besi.
- Kerambit/Kuku Machan: sebuah pisau berbentuk seperti cakar harimau yang bisa diselipkan di rambut perempuan.
- Sabit/Clurit: sebuah sabit, biasa digunakan dalam pertanian, budidaya dan panen tanaman.
- Sundang: sebuah ujung pedang ganda Bugis, sering berombak-berbilah
- Rencong: belati Aceh yang sedikit melengkung
- Tumbuk Lada: belati kecil yang juga sedikit melengkung mirip rencong, secara harfiah berarti "penghancur lada".
- Gada: senjata tumpul yang terbuat dari baja.
- Tombak: lembing yang terbuat dari bambu, baja atau kayu yang kadang-kadang memiliki bulu yang menempel di dekat pisau.
- Parang/Golok: pedang pendek yang biasa digunakan dalam tugas sehari-hari seperti memotong saat menyisir hutan.
- Trisula: tiga sula atau senjata bercabang tiga
- Chabang/Cabang: trisula bergagang pendek, secara harfiah berarti "cabang".
Tingkat kemahiran
Secara ringkas, murid silat atau pesilat dibagi menjadi beberapa tahap atau tingkat kemahiran, yaitu:
- Pemula, diajari semua yang tahap dasar seperti
kuda-kuda,teknik tendangan, pukulan, tangkisan, elakan,tangkapan,
bantingan, olah tubuh, maupun rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus
standar IPSI
- Menengah, ditahap ini, pesilat lebih difokuskan pada aplikasi
semua gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan disini akan mulai terlihat
minat dan bakat pesilat, dan akan disalurkan kepada masing-masing
cabang, misalnya Olahraga & Seni Budaya.
- Pelatih, hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan
pengalaman di tahap pemula, dan menengah akan membuat pesilat melangkah
ke tahap selanjutnya, dimana mereka akan diberikan teknik - teknik
beladiri perguruan, dimana teknik ini hanya diberikan kepada orang yang
memang dipercaya, dan mampu secara teknik maupun moral, karena biasanya
teknik beladiri merupakan teknik tempur yang sangat efektif dalam
melumpuhkan lawan / sangat mematikan .
- Pendekar, merupakan pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh perguruan, mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.
Tata tertib pencak silat
Sejalan dengan norma dan nilai budaya khususnya di Indonesia,
terdapat beberapa peraturan yang harus diperhatikan dan dilakukan dengan
seksama ketika berlatih pencak silat, di antaranya sebagai berikut.
[6]
- Upacara pembukaan latihan yang terdiri atas:
- Menyiapkan barisan;
- Berdoa dipimpin oleh pelatih;
- Pembacaan "prasetya pesilat Indonesia"
- Penghormatan kepada pelatih, dipimpin oleh pemimpin barisan.
- Pemanasan
- Latihan inti
- Pendinginan
- Upacara penutupan latihan diakhiri dengan penghormatan dan berjabat tangan.
Nilai positif pencak silat
Beberapa nilai positif yang diperoleh dalam olahraga beladiri pencak silat adalah:
[2]
- Kesehatan dan kebugaran;
- Membangkitkan rasa percaya diri;
- Melatih ketahanan mental;
- Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi;
- Membina sportifitas dan jiwa ksatria;
- Disiplin dan keuletan yang lebih tinggi.
Pencak silat di dunia
Pencak Silat telah berkembang pesat selama
abad ke-20
dan telah menjadi olah raga kompetisi di bawah penguasaan dan peraturan
Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa, atau The
International Pencak Silat Federation). Pencak silat sedang dipromosikan
oleh Persilat di beberapa negara di seluruh 5 benua, dengan tujuan
membuat pencak silat menjadi olahraga
Olimpiade.
Persilat mempromosikan Pencak Silat sebagai kompetisi olah raga
internasional. Hanya anggota yang diakui Persilat yang diizinkan
berpartisipasi pada kompetisi internasional.
Kini, beberapa federasi pencak silat nasional
Eropa
bersama dengan Persilat telah mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa.
Pada 1986 Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia, mengambil
tempat di
Wina,
Austria.
Pencak silat pertama kali diperkenalkan dan dipertandingan dalam
Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEA Games)
ke-14 tahun 1987
di Jakarta. Hingga kini cabang olahraga pencak silat rutin
dipertandingkan dalam SEA Games. Pada tahun 2002 Pencak Silat
diperkenalkan sebagai bagian program pertunjukan di
Asian Games di
Busan,
Korea Selatan untuk pertama kalinya. Kejuaraan Dunia terakhir ialah pada 2010 mengambil tempat di
Jakarta, Indonesia pada Desember 2010.
Selain dari upaya Persilat yang membuat pencak silat sebagai
pertandingan olahraga, masih ada banyak aliran-aliran tua tradisional
yang mengembangkan pencak silat dengan nama Silek dan Silat di berbagai
belahan dunia. Diperkirakan ada ratusan aliran (gaya) dan ribuan
perguruan.
Padepokan pencak silat Indonesia
Pintu Gerbang Padepokan Pencak Silat
Gelanggang utama Padepokan Pencak Silat
Padepokan adalah istilah Jawa yang berarti sebuah kompleks perumahan
dengan areal cukup luas yang disediakan untuk belajar dan mengajar
pengetahuan dan keterampilan tertentu. Padepokan yang disediakan untuk
belajar dan mengajar Pencak Silat dinamakan Padepokan Pencak Silat. Di
Minangkabau, Sumatera Barat, tempat belajar silat dinamakan
sasaran silek yang biasanya hampir dimiliki oleh setiap
nagari pada masa dahulunya.
Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI).
[11] adalah padepokan berskala nasional dan internasional yang berlokasi diatas lahan yang luasnya sekitar 5,2 hektare di kompleks
Taman Mini Indonesia Indah.
Luas total bangunannya sekitar 8.700 m2 dan luas total
selasar-selasarnya sekitar 5.000 m2. Padepokan ini secara resmi dibuka
oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1997.
Padepokan Pencak Silat Indonesia mempunyai sekurang-kurangnya 5 fungsi, yakni :
- Sebagai pusat informasi, pendidikan, penyajian dan promosi berbagai hal yang menyangkut Pencak Silat.
- Sebagai pusat berbagai kegiatan yang berhubungan dengan upaya
pelestarian, pengembangan, penyebaran dan peningkatan citra Pencak Silat
dan nilai-nilainya.
- Sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat Pencak Silat Indonesia.
- Sebagai sarana untuk mempererat persahabatan di antara masyarakat Pencak Silat di berbagai negara.
- Sebagai sarana untuk memasyarakatkan 2 kode etik manusia Pencak Silat, yakni : Prasetya Pesilat Indonesia dan Ikrar Pesilat.
Aliran dan perguruan di Indonesia
Terdapat beraneka ragam aliran pencak silat yang berkembang di
Indonesia selama berabad-abad, dan tiap aliran ini bercabang-cabang lagi
menjadi banyak perguruan. Beberapa tradisi atau aliran utama yang
tertua dan termahsyur antara lain
Silek Tuo Minangkabau dari Sumatera Barat,
Maenpo
Cimande dan Cikalong dari Jawa Barat, serta beberapa aliran pencak
silat tua di Jawa Tengah dan Bali. Perguruan dan padepokan pencak silat
yang berkembang kemudian mungkin saja dipengaruhi beberapa aliran
tradisi pencak silat tua ini, serta memadukannya dengan disiplin dan
teknik laga beladiri lain. Berikut ini adalah beberapa aliran dan
perguruan pencak silat:
- Silek Harimau Minangkabau — adalah aliran silek (silat Minangkabau), seni beladiri yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau,
Sumatera Barat, Indonesia yang diwariskan secara turun temurun dari
generasi ke generasi. Masyarakat Minangkabau memiliki budaya merantau
semenjak beratus-ratus tahun yang lampau. Untuk merantau tentu saja
mereka harus memiliki bekal yang cukup dalam menjaga diri dari hal-hal
terburuk selama di perjalanan atau di rantau, misalnya diserang atau
dirampok orang. Disamping sebagai bekal untuk merantau, silek penting untuk pertahanan nagari terhadap ancaman dari luar.[12]
- Silat Cimande — adalah aliran maenpo (pencak silat Sunda)
di daerah Tari Kolot, Cimande, Bogor, Jawa Barat. Cimande adalah sebuah
aliran pencak silat yang tergolong tua, besar, terkenal dan memiliki
pengaruh pada aliran lainnya di pulau Jawa.[13]
Cimande memiliki lima aspek yaitu aspek olahraga, seni budaya/tradisi,
beladiri, spiritual dan pengobatan. Aspek terakhir yaitu pengobatan
termasuk pijat/ atau urut gaya Cimande dan pengobatan patah tulang.
- Merpati Putih — merupakan pencak silat yang berkembang dari tradisi Jawa
sejak tahun 1550. Sang Guru Merpati Putih adalah Bapak Saring Hadi
Poernomo, sedangkan pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris
ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo (Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi
Purnomo (Mas Budi) sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke
sebelas. Didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai
kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri dengan
jumlah kelompok latihan sebanyak 415 buah (1993) yang tersebar di
seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih
dua setengah juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu
orang dan tersebar di seluruh Indonesia. Pencak silat Merpati Putih
dikenal dengan Beladiri Tangan Kosong (Betako).
- Bakti Negara — adalah aliran dan perguruan pencak silat Bali yang berpedoman pada ajaran Hindu Dharma masyarakat Bali Tri Hita Karana.
Bakti Negara dibentuk pada 31 Januari 1955 di Banjar Kaliungu Kaja,
Denpasar, Bali oleh empat pendekar mantan pejuang kemerdekaan Indonesia:
pendekar Anak Agung Rai Tokir, I Bagus Made Rai Keplag, Anak Agung
Meranggi, Sri Empu Dwi Tantra, dan Ida Bagus Oka Dewangkara.[14]
- Perguruan Silat Nasional Asad (Persinas ASAD)
— berdiri pada tanggal 30 April 1993 berpusat di Jakarta, telah
berkembang pesat dan banyak menjuarai perlombaan baik provinsi,
nasional, bahkan internasional. Prestasi Dunia Persinas Asad yang
mewakili Indonesia meraih prestasi membanggakan di Festival Beladiri
Dunia Chungju World Martial Arts Festival di Chungju Korea Selatan.
- Himpunan Anggota Silat Dasar Indonesia (HASDI) — didirikan oleh
Bapak RS. Hasdijatmiko pada tahun 1961, yang berpusat di Jember Jawa
Timur, merupakan perguruan silat yang mengembangkan tekhnik gerak silat
cepat dan lugas.
- Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)[15] — didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo
di Desa Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Madiun pada tahun 1922,
merupakan perguruan silat yang mengajarkan kesetiaan pada hati sanubari
sendiri yang bersandarkan pada Tuhan Yang Maha Esa. Perguruan ini
mengutamakan persaudaraan dan berbentuk sebuah organisasi.
- Silat Perisai Diri[16]
— teknik silat Indonesia yang diciptakan oleh Pak Dirdjo (mendapat
penghargaan pemerintah sebagai Pendekar Purna Utama) yang pernah
mempelajari lebih dari 150 aliran silat nusantara dan mempelajari aliran
kungfu siauw liem sie (shaolin) selama 13 tahun. Teknik praktis dan
efektif berdasar pada elakan yang sulit ditangkap dan serangan
perlawanan kekuatan maksimum. Saat ini merupakan silat yang paling
dikenal dan banyak anggotanya di Australia, Eropa, Jepang dan Amerika Serikat.
- Silat Riksa Budi Kiwari
— Perguruan ini didirikan oleh Pak Ujang Jayadiman pada tahun 1982 di
Bandung. Meskipun usia perguruan ini tergolong masih muda,namun telah
mencetak banyak atlet-atlet berprestasi baik di tingkat Nasional maupun
Internasional.
- Silat Tunggal Hati Seminari- Tunggal Hati Maria —organisasi pencak silat bernafaskan agama Katolik, didirikan oleh 7 dewan pendiri, termasuk Rm. Hadi,Pr. dan Rm. Sandharma Akbar,Pr.
- Pencak Silat Siwah — aliran silat asli yang berasal dari daerah Aceh
yang memadukan empat aliran asli Aceh yaitu dari Peureulak dan Aceh
Besar (Keudee Bing - Lhok Nga)
- Pencak Silat Bajing Kiring - Perguruan ini didirikan oleh Pak H.
Cece pada tahun 1980-an di Kecamatan Cikampek Kabupaten Karawang
Provinsi Jawa Barat. Sekarang dilestarikan oleh penerusnya Pak Encep.
- Pencak Silat Tadjimalela - Perguruan ini didirikan oleh Raden Djajat
Koesoemah Dinata pada tanggal 4 agustus 1974. PS Tadjimalela
memfokuskan pada tiga potensi untuk dikembangkan, yaitu olah pikir, olah
gerak, dan olah rasa dalam rangka memaknai kehidupan sehingga
terciptanya hubungan yang harmonis sesama makhluk hidup, alam, dan
Tuhan.
Organisasi pencak silat
- (Indonesia) PERSILAT- Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa
- (Indonesia) IPSI - Ikatan Pencak Silat Indonesia
- (Indonesia) FP2STI - Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia
- (Indonesia) PESAKA Malaysia - Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia
- (Indonesia) PERSISI - Persekutuan Silat Singapore
- (Indonesia) EPSF - European Pencak Silat Federation
Sampai saat ini
Anggota Organisasi Pencak Silat yang sudah terdaftar/tercatat di
PERSILAT sebanyak 33 organisasi di seluruh dunia.
Aliran dan perguruan di Indonesia
- Silat Cimande, aliran pencak silat tertua yang gerakannya banyak diadopsi oleh berbagai perguruan silat di Indonesia.
- Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia Kera Sakti, perguruan yang didirikan oleh R. Totong Kiemdarto di Kota Madiun pada tahun 1980. Pencak silat dengan aliran tenaga dalam, dan perpaduan dari silat di nusantara dan kuntao monyet.
- Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa, perguruan silat di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang menampung berbagai perguruan dan aliran pencak silat di kalangan Nahdliyin.
Gabungan dari berbagai aliran dan perguruan seperti Perguruan Cimande,
GASMI (Gerakan Aksi Silat Muslim Indonesia), GASPI, Padepokan Saperti,
Jawara Pencak Club, Perguruan Seni Pencak Silat Hizbullah (Malang),
Batara, dan lain-lain.
- Silat Persinas Asad, perguruan silat yang religius yang telah banyak
mencetak pesilat internasional. Sudah banyak atlet-atlet Persinas Asad
yang mengikuti World Art Championship.
- Pencak silat Pamur (Pencak Silat Angkatan Muda Rasio), perguruan
yang didirikan oleh Raden Hasan Habudin pada tanggal 31 Desember 1951 di
Pamekasan, Madura. Perguruan ini mengandalkan rasio sebagai unsur utamanya.
- Silat Kijang Berantai, perguruan yang didirikan oleh Hj. Djuhardi dari Kampung Dagang, kabupaten Sambas.
- HASDI (Himpunan Anggota Silat Dasar Indonesia), perguruan yang
didirikan oleh R.S. Hasdijatmiko pada tahun 1961 yang berpusat di kabupaten Jember. Ini merupakan perguruan silat yang mengembangkan teknik gerak silat cepat dan lugas.
- PSHT/ SH Terate (Persaudaraan Setia Hati Terate), perguruan yang didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo di Pilangbango
pada tahun 1922. Ini merupakan perguruan silat yang mengajarkan
kesetiaan pada hati sanubari sendiri yang bersandarkan pada Tuhan Yang
Maha Esa. Perguruan ini mengutamakan persaudaraan dan berbentuk sebuah
organisasi.[1]
- Silat Perisai Diri,
teknik silat Indonesia yang diciptakan oleh Dirdjo (mendapat
penghargaan pemerintah sebagai Pendekar Purna Utama) yang pernah
mempelajari lebih dari 150 aliran silat nusantara dan mempelajari aliran
Kung Fu Shaolin
selama 13 tahun. Teknik praktis dan efektif berdasar pada elakan yang
sulit ditangkap dan serangan perlawanan kekuatan maksimum. Saat ini
merupakan silat yang paling dikenal dan banyak anggotanya di Australia, Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat.
- Silat Riksa Budi Kiwari,
perguruan ini didirikan oleh Ujang Jayadiman pada tahun 1982 di
Bandung. Meskipun usia perguruan ini tergolong masih muda, namun telah
mencetak banyak atlet-atlet berprestasi baik di tingkat nasional maupun
internasional.
- Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria, organisasi pencak silat bernuansa Katolik yang didirikan oleh 7 dewan pendiri, diantaranya Romo Hadi, Pr. dan Romo Sandharma Akbar, Pr.
- Pencak Silat Siwah, aliran silat asli yang berasal dari daerah Aceh yang memadukan empat aliran asli Aceh, yaitu dari Peureulak, Aceh Besar (Keudee Bing - Lhok Nga), Pasee, dan Pidie.
- Porsigal (Pendidikan Olah Raga Silat Indah Garuda Loncat), organisasi ini didirikan oleh Atimiyanto, S.H. di kabupaten Blitar pada tanggal 2 Maret 1978 sebagai pengembangan dari silat Sentono warisan Heyang Ageng Raden Tumenggung Hasan Witono.
- Silat Merpati Putih, perguruan pencak silat bela diri tangan kosong (PPS Betako).
- Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah, organisasi pencak silat yang menjadi wadah pendekar-pendekar yang berada di lingkungan Muhammadiyah.
- Silat Zulfikari, ajaran bela diri dari Qadiri Rifai Tariqa.
- Silat Gerana (Gerak Raga Buana) berasal dari Bandung yang didirikan
oleh 3 orang pendiri, yakni Ujang Tohari, Yuliandi P., dan Oga N.I.
Pencak silat yang mengacu pada gerak seni serta kaidah pencak silat
dengan perpaduan pernapasan murni yang diolah dari dalam tubuh manusia
melalui proses rileksasi dan konsentrasi.
- Pukulan Bongkot – suatu aliran silat.
- Pencak Silat Sharaf
(Silat Mubai), aliran silat modern yang benar-benar agresif yang
enekankan pengajaran pada pertarungan tangan kosong, pisau, bagaimana
cara mengatasi senjata api, dan gulat.
- Silat Hikmatul Iman Indonesia,
perguruan bela diri yang didirikan oleh Dicky Zainal Arifin. Ini
merupakan aliran silat tersendiri tanpa pengaruh dari aliran manapun.
- Silat Elang Putih, perguruan bela diri yang bertempat di Bogor). Ini merupakan aliran silat yang terdiri dari gabungan pencak silat aliran di Jawa Barat.
- Pusaka Sakti Mataram Lakutama PPS Inti Ombak, perguruan pencak silat yang berpedoman pada seni bela diri Kesultanan Mataram dan bercampur dengan aliran Madura yang berkembang dengan tujuan pelestarian budaya bangsa.
- Pencak Silat Pertempuran, aliran silat yang terdiri dari gabungan
beberapa aliran, terutama Pencak Silat Pamur dan Silat Sterlak. Pengaruh
silat Indo-Melayu lainnya termasuk Seni Bela Diri Silat Jati Wisesa dan
Raja Monyet Silat.
- Pencak Silat Gerakan Suci, pengembangan dari Pencak Silat Mande Muda.
- Pencak Silat Tri Bela, gabungan dari tiga aliran Pencak Silat, IPSI,
dan dua aliran tradisional. Tri Bela adalah perguruan pencak silat
olahraga dan kesehatan yang merupakan sebuah unit kegiatan di IKIP
Padang (Fakultas Pendidikan Olahraga).
- Pencak Silat Maung Lugay, perguruaan yang berasal dari Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara yang bercabang di Cikarang Utara, Bekasi. Perguruan Maung Lugay didirikan oleh Usman Wijaya dan Ashari.
- Pencak Silat Bintang Suci, aliran bela diri yang terdiri dari gabungan 5 aliran pencak silat.
- Pencak Silat Rangjat, Persaudaraan Seni Bela diri Pencak Silat Inti Daya Padepokan Ranggah Jati.
Bali
- Silat Bakti Negara - peguruan yang dirintis oleh antara lain pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai
namun secara resmi didirikan pada 31 Januari 1955 oleh para pendekar
Bali yakni Ida Bagus Oka Dewangkara, Pendekar Ida Bagus Oka Sahadewa,
Pendekar Bagus Made Rai Keplak, Pendekar Anak Agung Rai Tokir, Pendekar
Anak Agung Meranggi, dan Pendekar Sri Empu Dwi Tantra. Perguruan ini
cukup berprestasi di ajang silat nasional dengan melahirkan atlet-atlet
juara. Selain muatan lokal, banyak dipengaruhi aliran Cikaret dan
Cikalong.
- Silat Kerta Wisesa - dalam perguruan ini kembangan atau seni pencak
lebih mendapat porsi dibandingkan dengan dalam perguruan Bakti Negara.
- Silat Seruling Dewata
- ilmu silat dari desa Kerambitan-Tabanan yang konon sudah ada sebelum
datangnya agama Hindu. Silat ini diperkenalkan kembali oleh I Ketut
Nantra pada tahun 1980-an. Jurus-jurus yang dimilikinya antara lain
harimau, ular, putri bungsu, dan tali rasa.
- Silat Gobleg - ilmu silat dari Bali Utara, tepatnya Gobleg.
Dan mungkin inilah satu-satunya desa di Bali atau di Indonesia yang
nama desanya di ambil dari nama tokoh silat. Gobleg adalah nama dari
pendekar dan guru Silat terkemuka. Sedikit melenceng dari topik; di
perbatasan kabupaten Gianyar dan Bangli ada juga desa yang bernama
Siladan, menurut hikayat ini pula berasal dari kata silat. Di perbatasan
itu dulu para prajurit dari Bangli dan Gianyar saling tantang dan adu
tanding dengan jurus-jurus silat.
- Silat Sitembak - ilmu silat yang berkembang di Bali Utara, namun berakar dari silat Sunda
- Mepantigan - olahraga bela diri bantingan dan kuncian tradisi Bali
yang diiringi gegambuhan atau gamelan yang dirintis Putu Witsen Widjaya
di awal milenium ini namun bersumberkan pada ilmu silat Bali.
- Silat Abusuja - merupakan ilmu silat dengan tangan kosong,
mempelajari tehnik tenaga dalam serta berbagai tehnik penyembuhan.
Mempeljari tehnik bertahan dari serangan jarak jauh maupun dekat.
Betawi
- Silat Cingkrik - salah satu dari 300 aliran silat Betawi, salah satu
tokohnya adalah si Pitung sekalipun klaim ini belum dapat dibuktikan
kebenarannya. Banyak ditemukan di Rawa Belong, Jakarta Selatan, yang
masih bertahan sampai saat ini adalah Cingkrik Goning dan Cingkrik
Sinan, keduanya dinisbatkan pada nama pewarisnya Engkong Goning dan
Engkong Sinan. Karakter teknik bela dirinya adalah mengandalkan takedown
atau bantingan. Cingkrik Goning misalnya, memiliki 80 teknik takedown
yang bisa dipelajari sampai tamat. Pewaris Cingrik Goning sekarang
adalah Tb. Bambang Sudradjat yang melatih di Padepokan Pencak Silat
Taman Mini Indonesia
- Silat Silau Macan - salah satu silat Betawi yang berasal dari
Condet, Jakarta Timur. Tokohnya yang terkenal adalah Entong Gendut,
pahlawan Betawi yang melakukan pemberontakan Villa Nova yang terkenal
pada tahun melawan pemerintah Belanda.
- Silat Sabeni - silat Betawi, berasal dari daerah Tanah Abang,
Jakarta Pusat. Anak dari Babe Sabeni bin Chanam (pendiri aliran Sabeni)
adalah Babe Ali Sabeni yang juga seniman sambrah, kesenian betawi. Anak
dari Babe Ali Sabeni yaitu Zulbachtiar Sabeni (cucu Babe Sabeni bin
Chanam) saat ini merupakan pewaris utama ilmu silat aliran Sabeni yang
terus dilestarikan hingga kini (www.sahabatsilat.com). Aliran ini terus
berkembangan dan memberi warna pada aliran silat lainnya di Betawi yang
juga dikuasai oleh Bapak Syuaeb, atau lebih dikenal dengan nama Bang
Aeb. Di Jakarta, selain Bang Zulbachtiar yang merupakan cucu sabeni yang
terus melatihkan aliran Sabeni di Tenabang, juga dikembangkan oleh
banyak pihak termasuk yayasan TIMA (Traditional Indonesian Martial Arts)
yang didirikan dan dikembangkan oleh Adhika Aria Wijaya (yang juga
penerus dari Bang Aeb), Raditya Raga Wijaya (adik dari Adhika), dan
Seniman Wijaya (ayah dari Adhika dan Radi).
- Silat Tiga Berantai - berasal dari permainan silat tokoh sejarah
Jakarta, Pangeran Jayakarta. Didirikan oleh H. Achmad Bunawar (H.
Mamak). menggabungkan banyak aliran tradisonal lainnya
- Silat Gerak Saka - kata Saka diambila dari bahasa Sunda,
'Sakadaekna' yang berarti sekenanya. Aliran yang satu ini memang
mengutamakan efektivitas dan kesederhanaan gerak sebagai filosofi
pertarungannya. Merupakan pengembangan dari aliran silat tradisional
Sunda, Gerak Gulung Budidaya. Dibawa ke Jakarta oleh Raden Widarma (Oom
Wid). Murid Oom Wid, Muhammad Syafi'i yang akrab Bang Pi'i lantas
mendirikan perguruan ini.
- Silat Gerak Rasa Sanalika adalah salah satu aliran silat sunda yang
di dirikan oleh sesepuh silat betawi H Nur Ali Akbar (Babe Nunung)
aliran silat ini memadukan gerak saka, gerak per dan gerak sepulah
dengan pondasi utama tetap pada gerak saka. Disamping itu aliran ini
juga memadukan dengan maen pukul betawi
- Silat Paseban - namanya diambil dari daerah Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. M. Soleh adalah pendiri aliran ini.
- Silat cimacan adalah salah satu silat aliran betawi yang berasal
dari banten dan dikembangkan di daerah karang tengah lebak, lebak bulus,
jakarta selatan. Guru besar silat cimacan adalah Drs. Ahmad Ramli Topan
dan sampai sekarang masih terus exis.Ciri khas perguruan silat cimacan
adalah jurus-jurus macan.
- Silat Si Kilat - aliran silat ini sesuai namanya mengandalkan gerakan serang yang sangat cepat oleh tangan
- Silat Kancing 7 Bintang 12 Naga berenang (Kera Sakti / Naga Ngerem
)- aliran silat dari Kwitang dibawa oleh Si Gondrong Jagoan Kwitang
- Silat Si Bunder / Naga Nyebrang - Yang terus dilestarikan oleh Muhammad Nur (Babe Nung)
- Silat Gombel - aliran silat yang tergolong silat tertua di Betawi
- Silat Gelamak - aliran silat Betawi. Nama silat ini diambil dari nama Kong Gelamak tokoh Betawi kelahiran Senayan.
- Silat Beksi - perguruan ini banyak di daerah Jakarta Selatan (Kp
Sawah Petukangan dan Kota Tangerang daerah Kereo Pisangan Ciledug). Nama
Beksi konon berasal dari bahasa Cina, Bie Sie. Bie artinya pertahanan
dan Sie artinya empat, maknanya pertahanan empat penjuru.
Jawa Barat
- Silat Cimande
- bersama dengan Sera (aliran kera), Pamacan (aliran harimau) dan
Trumbu (pertarungan tongkat) merupakan aliran pencak silat yang
didirikan Embah Kahir di akhir 1700-an di Jawa Barat. Seni ini tetap ada
di beberapa desa yang ada di Sungai Cimande, termasuk desa Tarik Kolot.
Kini ada lebih dari 300 variasi Cimande, termasuk yang ada di Betawi. Si Pitung juga dianggap mempelajari aliran ini.
- Silat Cikalong
- aliran pencak silat dari Cianjur dengan tokoh pendirinya H. Ibrahim
atau R. Jaya Perbata, meninggal pada tahun 1908. Tersebar di seluruh
daerah Jawa Barat dan mewarnai beberapa aliran silat di Jawa Barat dan
sekitarnya. Dikenal juga dengan Ulin Maen Po Cikalong, jurus Cikalong
diadaptasi pada beberapa perguruan silat Sunda, seperti Perguruan Silat
Panglipur, Pusaka Siliwangi dan lain-lain.
- Silat Sabandar - adalah silat yang berasal dari daerah Pagaruyung,
Sumatera Barat, namun dikembangkan di Kampung Sabandar, Karangtengah,
Cianjur.
- Silat Riksa Budi Kiwari - Perguruan ini didirikan oleh Pak Ujang
Jayadiman pada tahun 1982 di Bandung. Meskipun usia perguruan ini
tergolong masih muda, namun telah mencetak banyak atlet-atlet
berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
- Silat Serak, Sera, Syera adalah salah satu aliran silat yang
dikembangkan oleh KH. Raden Sarean di Bogor Jawa Barat. aliran serak ini
adalah turunan dari Silat Cimande.
- Silat Depokan, aliran ini berasal dari Bogor, melihat ciri khasnya
aliran ini ada hubungannya dengan Cimande dan Serak. pendiri adalah
bapak H. Ayub.
- Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat, didirikan oleh Abah Andadinata, merupakan salah satu pelopor perguruan tenaga dalam di Indonesia.
- Perguruan Pencak Silat Padjadjaran Nasional
- Perguruan Silat yang merupakan hasil penggabungan Lima aliran Silat
Buhun dan berpusat di Bogor, Pendiri Perguruan Padjadjaran Nasional
ialah Bapak TB. Mochamad Sidik Sakabrata. Perguruan ini mempunyai cabang
di berbagai daerah di Indonesia hingga ke Mancanegara, di antaranya
negeri Belanda, yang diketuai oleh Mr. Eric Bovelander.
- Silat Binasatria - Perguruan ini terdapat di Cibinong. Tepatnya di
MAN CIBINONG. Perguruan ini berdiri pada tahun 1994. Di kembangkan oleh
guru besarnya yaitu Bpk. Zaenudin.
Jawa Tengah dan Yogyakarta
- Padepokan RangJat (Ranggah Jati) Persaudaraan Seni Bela diri Pencak
Silat Inti Daya Padepokan Ranggah Jati. Didirikan di Yogyakarta tahun
2012 februari 21, oleh Dwi Warsanto B.N., S.Pd. Kor. http://www.rangjat.blogspot.com / http://www.youtube.com/watch?v=_K6tFH4dmKI.
Perguruan ini sebelumnya sudah di matangkan dari tahun 2004 di mulai
dengan nama Psifisionergi hingga RangJat (Ranggah Jati) sekarang 2012, http://www.psijogja.blogspot.com. Gabung facebook http://id-id.facebook.com/people/Dwi-Warsanto-B/1242051786.
Di dalam Padepokan RangJat menerapkan, seni ilmu bela diri berlapis,
dengan konsep bela diri berdasar kekuatan dan kecepatan atau inti daya
atau power.
- Persilatan Ragajati berpusat di Banjarnegara, Jawa Tengah, didirikan
tanggal 6 Agustus 1976 oleh (Alm.) Guru Besar Soeharno Soeroatmodjo.
Saat ini Guru Besar Persilatan Ragajati dijabat oleh Agus Hirawan Suro
Adi Wijoyo (Mas Agus), yang merupakan putra dari Guru Besar terdahulu.
- Persatuan Hati (PH) didirikan oleh RM Mangku Pujono (Guru Besar) dan
dibantu oleh para sesepuh lainnya di Yogyakarta pada tahun 1927, ini
merupakan kelanjutan dari perkumpulan "Be United" tahun 1921.
- Silat Perpi Harimurti - berasal dari Yogyakarta, didirikan oleh Eyang Sukowinadi yang berguru pada Gusti Harimurti
- Silat PPS Bela diri Tangan Kosong Merpati Putih - salah satu
perguruan dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia. Berasal dari
Yogyakarta.
- Tapak Suci - perguruan silat di bawah ormas Muhammadiyah. Pendirinya
berasal dari Banjarnegara dan berkembang di kawasan Kauman, Yogyakarta
- Pusaka Sakti Mataram Lakutama - perguruan silat yang berasal dari Yogyakarta, didirikan oleh Ki Poleng Sudamala
- Perguruan Pencak Silat Cepedi
(Cepat Pembelaan Diri) - didirikan pada tanggal 17 September 1922 di
daerah Dagen kawasan Malioboro barat, oleh Eyang Citra Mangkunagara.
- Perguruan Bela diri Sinar Perak - merupakan suatu organisasi
kekeluargaan bela diri yang secara resmi berdiri pada tanggal 24
Desember 1990.
- Perguruan Bela diri Garuda Nusantara - didirikan oleh Bapak K.H.
Muhammad Thoyyib Sumarko S.Pd. pada tahun 1996. tergolong muda, namun
sudah mulai ikut andil dalam keuaraan tingkat jawa tengan maupun
Nasional
- PS Garuda Jisai - Perguruan yg berasal dari Yogyakarta yang di
dirikan Oleh FX.Sukirdjo sejak tahun 4 Agustus 1970 Yang beraliran
Rasional Dan Religius dan Berazaskan Atas Cipta,Rasa dan karsa[butuh rujukan]
Jawa Timur dan Madura
- Pencak Silat dan Tenaga Dalam Sunan Kalijaga yang didirikan oleh Bayu Kurniawan tahun pada 1993 di Surabaya, Jawa Timur .
- Persaudaraan Setia Hati, perguruan yang diturunkan dari Persaudaraan
Sedulur Tunggal Kecer yang didirikan oleh Ki Ngabehi Suro Diwiryo dan
menurunkan banyak perguruan silat seperti PSHT, SH Winongo, SH Putih.
Pusat perguruan ini berdomisili di Madiun, Jawa Timur.
- PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) didirikan oleh Ki Hajar Harjo
Utomo tahun 1922 di Pilangbango, Madiun. Perguruan ini berbentuk
organisasi dan lebih menekankan pada rasa persaudaraan. Perguruan ini
mempunyai anggota yang sudah menyebar keseluruh penjuru nusantara,
bahkan sampai keluar negeri di antaranya Malaysia, Singapura, Belanda,
Mesir, dan Rusia.
- Gubug Ramaja (PPSGR) adalah perguruan pencak silat yang berpusat di
Ngawi, Jawa Timur. Perguruan ini adalah penerus perguruan pencak silat
"Tabib Ketimuran Gubug" yang didirikan oleh R. Koeshartoyo pada tahun
1935 di desa Ketanggi, Ngawi, Jawa Timur.
- HASDI (Himpunan Anggota Silat Dasar Indonesia) yang didirikan oleh
Bapak RS. Hasdijatmiko pada tahun 1961, yang berpusat di Jember Jawa
Timur. Merupakan perguruan silat yang mengembangkan tekhnik gerak silat
cepat dan lugas.
- Silat Bawean - silat dari Pulau Bawean, Jawa Timur. Silat Bawean atau orang Bawean menyebutnya pokolan. Ini merupakan salah satu aliran dari pencak silat yang merupakan permainan bela diri dan juga sebagai hiburan.
- Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) - sebelumnya bernama Silat Mardi
Anoraga Sakti, didirikan oleh Eyang Mursid. Tahun 1964 menjadi Pencak
Silat Cempaka Putih yang didirikan oleh Eyang Wagiman (anak Eyang
Mursid), yang juga terkenal dengan silat hadirannya. PSCP berdiri di
kecamatan Panekan, Magetan, dan mempunyai anggota di seluruh Indonesia
serta luar negeri.
- Keluarga Persilatan Ki Ageng Pandan Alas, didirikan di kecamatan
kare Madiun Oleh bapak Koestari Adi andaya (seorang purnawirawan TNI-AU
AURI) pada tanggal 10 Nopember 1972 yang bernaung di bawah IPSI.
Persilatan ini mengajarkan warga dan siswanya menjadi tangan-tangan
penyelamat, menyelamatkan dirinya sendiri dan orang lain dalam tafsir
yang sangat luas serta berpegang teguh pada “Hablum Minalloh Wa Hablum
Minannas”.[2]
- Persatuan Hati (PH) di Ponorogo, Jawa Timur, yang didirikan oleh Mbah Trimo
- Perguruan Pencak Silat NH Perkasya (Nurul Huda Pertahanan Dua Kalimat Syahadat) yang berpusat di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng kabupaten Jombang Jawa Timur. Perguruan Silat yang didirikan oleh Lamro Asyhari pada 2 November 1982 (menurut AD/ART) ini beraliran YUKASI (Yudo, Karate, Pencak Silat).
Selain itu juga diajarkan kemampuan mental spiritual, wawasan
keislaman, wawasan kenegaraan, kepemimpinan, menejemen keorganisasian,
dan akidah Islam untuk bekal materi dakwah. Sebagian besar Dewan
Pendekar NH Perkasya sendiri juga yang mempelopori berdirinya Pagar Nusa pada waktu itu.
- Pagar Nusa (PN) di kediri jawa timur, yang didirikan oleh Gusmaksum. Merupakan persatuan dari berbagai pencak silat bernuansa Nahdatul Ulama.
- Silat Cobra, pusat perguruan berada di Pamekasan, Pulau Madura, yang
didirikan oleh Arif Budiman. Perguruan ini telah berkembang ke seluruh
Indonesia, salah satunya di Pontianak.
- Persaudaraan Rasa Tunggal, Pencak Silat dan Tenaga Dalam. Didirikan
oleh RM. Sutadi Rakhanta pada tahun 1972 berpusat di Kota Madiun Jawa
TImur. Menekankan pada prinsip budi luhur dan mencari ridho dan
keslamatan dari Allah SWT. Saat ini mempunyai Anggota dan Warga di
seluruh Indonesia.
- Perguruan Ilmu Seni Bela Keselamatan Syiar Islam (SI) di Tuban,
Lamongan dan sekitarnya, didirikan oleh K.H. Ahmad Muzaini. Perguruan
ini merupakan persatuan dari berbagai perguruan yang bernafaskan ajaran
agama islam.
- Perguruan Seni Ilmu Bela diri Kung Fu IKS.PI. Kera Sakti didirikan
oleh Bapak R. Totong Kiemdarto pada tanggal 15 Januari 1980 di Jl.
Merpati No. 45, Kel. Nambangan Lor, Kec Mangunharjo, Kodya Madiun.
Adapun nama dari perguruan ini semula adalah IKS.PI. yang artinya adalah
Ikatan Keluarga Silat "Putera Indonesia" tetapi ketika perguruan mulai
berkembang diberi nama tambahan "Kera Sakti" dibelakangnya, sebab
masyarakat maupun murid murid perguruan lebih mengenal nama jurus
perguruan yaitu teknik jurus keranya daripada nama asli perguruan. Untuk
itu selanjutnya dalam memudahkan pencarian identitas perguruan
sekaligus secara tidak langsung menambah wibawa nama perguruan maka
disebutlah IKS.PI. Kera Sakti.
- PPS Bintang Surya, Surabaya didirikan oleh R. Pandji (cucu Sunan
Gunung Jati ) di Surabaya pada tahun 14 Desember 1973.PPS Bintang Surya
adalah salah satu Perguruan Pencak Silat yang murni warisan dari leluhur
Bangsa Indonesia, bersumberkan dari ilmu Syeh Syarif Hidayatullah, yang
bergelar Sunan Gunung Jati, Cirebon, yang merupakan salah satu dari
Wali Songo yang termahsyur.
Pada mulanya perguruan ini hanya dikenal dilingkungan masyarakat desa
Nambangan Lor saja tetapi pada sekitar tahun 1983 beberapa murid
angkatan I dan II mulai mengembangkan ajaran perguruan dibeberapa
tempat, yaitu SMAN 3 Madiun, Lanuma Iswahyudi dan Dempel. Baru kemudian
menyusul berkembang ditempat lain tidak saja diwilayah eks Karesidenan
Madiun tetapi juga di luar bahkan sampai keluar pulau Jawa.
Sebagai pendiri pertama sekaligus sebagai guru besar dari perguruan
ini adalah Bapak R Totong Kiemdarto. Oleh guru besar diajarkan pelajaran
silat monyet dan kerohanian untuk memantapkan fisik dan iman dari siswa
dan siswi yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional yaitu
memujudkan manusia Indonesia seutuhnya, yang sehat lahir maupun batin
dan berjiwa Pancasila.
- Pencak Silat Boedi Oetomo (PSBO) drintis oleh sekelompok pemuda yang
tergabung dalam Pelajar Islam Indonesia yang dididik oleh Imam Mursid
dan Abdul Cholid Subolo. Perguruan Pencak Silat Boedi Oetomo berdiri
pada tahun 1963.
Kalimantan
- Bersilat - silat dari Kalimantan
- Kuntau Banjar, Sendeng Banjar, Sendeng Belalang, Bang'koe (silat monyet) dari Kalimantan Selatan.
- Kuntau Kutai, Kuntau Kilan dari Kalimantan Timur.
- Cuyusika Bangau Putih - perguruan silat yang menggabungkan 4 jenis
aliran bela diri. Lahir di Banten, berdiri di Banyuwangi dan berkembang
di Pontianak Kalimantan Barat oleh Muchsiono Hadi Saputra. (Red.H.E.Hrp)
- Pencak Silat Setia Budhi, Pencak silat ini merupakan pencak silat
yang bersenandung Jihad fi Sabilillah, pencak Ini didirikan oleh
Soekarman.
- Perguruan IKS.PI Kera sakti di beberapa cabang / kabupaten dan kota
antara lain Kalimantan timur (Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Penajam
Paser Utara/PPU, Gerogot, ITCI, Dong hwa, Bontang, Sangata,
Sangkulirang, Berau, Tarakan, dll.), Kalimatan Selatan (Kota Baru,
Banjarmasin, Tanjung, Batu Licin, dll), Kalimantan Tengah (Palangkaraya,
Sampit, Pangkalanbun, dll), dan di Kalimantan Barat (Ketapang,
Pontianak, dll).
- PSOB Taruna Bhakti, Kalsel-Tim.
- Pukulan Patikaman Silat Kuntau, perguruan yang terletak di Kalimantan Selatan.
Minangkabau
Di Ranah Minangkabau, istilah pencak silat memiliki dua pengertian.
Untuk bela diri, masyarakat Minangkabau hanya menyebut istilah
silek (silat), sedangkan pencak (
pancak,
mancak) digunakan untuk pertunjukan silat yang lebih mementingkan aspek keindahan atau disebut juga dengan silat seni.
- Silat Tuo - Aliran silat yang dianggap paling tua yang turun dari
daerah Pariangan, Padang Panjang, tapi ada pendapat lain yang mengatakan
bahwa silat ini mulanya dikembangkan oleh Tuanku Nan Tuo, salah seorang
anggota Harimau Nan Salapan atau golongan paderi. Jika pendapat ini
diterima, maka "Silat Tuo" di Minangkabau terinspirasi dari gerakan
binatang seperti harimau, buaya dan kucing.[3]
- Silat Bungo - salah satu aliran silat Minang yang menekankan gerak
pada aplikasi seni pencak silat, silat ini bukan untuk bertempur,
melainkan untuk peragaaan di acara-acara adat atau acara formal lain.
- Silat Sitaralak, Sterlak, Starlak - aliran silat keras dan kuat dari
Minangkabau, dikembangkan oleh Ulud Bangindo Chatib (1865) dari Kamang
(dekat Bukittinggi), Kabupaten Agam, berkembang sampai ke wilayah
Sawahlunto. Ada pendapat yang mengatakan bahwa aliran ini dirancang
untuk menghadapi gerakan Silat Tuo. Gerakan Silat Tuo terinspirasi dari
gerakan-gerakan binatang seperti harimau, kucing, dan buaya. Karakter
khas silat jenis ini adalah menyerang disaat lawan akan menyerang. Silat
ini menyebar dan berkembang di Malaysia dan terus ke Amerika.
- Silat Kumango - salah satu aliran silat di Minangkabau yang
dikembangkan oleh Syeikh Kumango, dari nagari Kumango, Batusangkar, Kab.
Tanah Datar.[4]
- Silat Kota Anau - aliran silat daerah Koto Anau, Solok yang
merupakan daerah pertahanan Minangkabau pada masa dahulunya yang
menghubungkan antara Pagaruyung sebagai pusat kerajaan dan Bayang,
Pesisir Selatan .
- Silat Pauah (Pauah) - aliran silat di Minangkabau yang berasal dari
kampung Pauah, Kota Padang. Silat ini adalah silat termuda dan ada yang
menganggap merupakan sari atau kompilasi (gabungan) dari hampir semua
aliran silat yang ada di Minangkabau, silat ini khusus untuk berperang,
sebab di Pauah, Padang merupakan salah satu basis perjuangan masyarakat
Minangkabau melawan penjajah pada masa dahulunya.
- Silat Lintau - aliran silat di Minangkabau yang berasal dari kampung Lintau, Batusangkar, Kab. Tanah Datar.
- Silat Harimau - salah satu aliran silat di Minangkabau yang menekankan pada permainan bawah.
- Silat Buayo (Buaya) - aliran silat di Minangkabau yang terinspirasi
dari gerakan buaya, bermain rendah, aliran ini berkembang di Pesisir
Selatan.
- Silat Pangian - awalnya berasal dari wilayah Lintau dan sekitarnya
yang dimiliki petinggi kerajaan Minangkabau. Silat ini berkembang di
rantau Minangkabau, Kuantan, Provinsi Riau
- Silat Duduk - salah satu aliran silat yang menekankan bermain silat
dalam keadaan duduk atau rendah, namun silat duduk bisa juga memiliki
pengertian lain, bahwa di sini murid tidak berlatih silat secara fisik,
namun mengembangkan nalar dan logika.
- Silat Sabandar - adalah silat yang berasal dari daerah Pagaruyung, Sumatera Barat, namun dikembangkan di Kampung Sabandar, Karangtengah, Cianjur.
- Silat Buah Tarok - salah satu aliran silat di Minangkabau yang
berasal dari Bayang, Pesisir Selatan. Salah satu peguruannya ada di Aur
Duri Padang dengan nama peguruan Salimbado-Buah Tarok, dibawah asuhan
Emral Djamal Datuak Rajo Mudo. Silat Buah Tarok ini dikenal juga dengan
Silek Sitaralak Baruah oleh masyarakat di kawasan Maninjau yang
dahulunya diajarkan oleh Udo Tunang.
- Silat Pakiah Rabun - berkembang di daerah Alam Surambi Sungai Pagu (lihat Silat Luncua)
- Silat Gajah Badoroang - berkembang di wilayah Kabupaten Sawahlunto/Sijunjuang.
- Silat Luncua (Luncur)- yang dikembangkan oleh Pakiah Rabun berkembang di daerah Alam Surambi Sungai Pagu, Kabupaten Solok.
- Silat Gaib - suatu aliran silat yang bisa memainkan gerakan silat milik peguruan orang lain darimana saja.
- Silat Sunua - dari dari Pariaman
- Silat Ulu Ambek dari dari daerah Pariaman.
- Silat Tiang Ampek, termasuk silat tuo yang berkembang keluar dari
Batipuh, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar waktu perang Batipuah
melawan Belanda setelah perang paderi. Berkembang dulunya di Palembayan,
simpang Batuhampar, Piladang, Tanjuang Alam- Agam, Sumarasok, Padang
Tarok, Tanjuang Alam-Tanah Datar dan Tabek Patah. Silat tuo ini waktu
pengembangan banyak disurau-surau yang guru-guru tuanya pengikut tarikat
( satariah ??? belum pasti, tetapi di dalam doa/tawasul, mereka
menyebut Syech Burhanudin/Aba Burhan ) Silat ini bukan silat yang indah
gerakannya tetapi silat praktis. Didaerah-daerah yang tersebut di atas
cara-cara pengajarannya berbeda-beda;
-
- 1. ada yang silat saja yang urutan-urutannya tergantung guru mengajar , dan
- 2. ada yang diajarkan dikalangan terbatas dengan pelajaran selain
silat ,juga agama, adat,pengobatan. silat ini diajarkan sesudah bulan
Ramadhan istrahat sebelum Ramadhan (7 x 40 hari atau 9 bulan 10 hari.
Silat dengan cara ke dua di atas itu sendiri ada 4 tingkatan:
- (1). Maapa langkah jo sambuik (menghapal langkah dan sambut).
- (2). Manyambuang langkah jo sambuik (menyambung langkah dan sambut)
- (3). Bagaluik. (gelut)
- (4). Maambiak raso (menyambil rasa, kira-kira sama dengan silat
ghaib) tingkat empat ini babiliak ketek (murid terpilih diajar khusus)
dalam ilmu bathin (gumam bathin). Saat ini perguruan ini sudah jarang
terdengar karena umum tumbuh dilingkungan terbatas.
- Silat Balubuih, Silat yang dikembangkan oleh Syech Balubuih dinegri
Balubuih kabupaten Lima Puluh Kota. Syech Balubuih dan Syech Kumango
pernah sama-sama menimba ilmu agama dan tarikat kepada Syech Abdurahman
di Batu Ampar kabupaten Lima Puluh Kota (dulunya dinamakan Luhak Lima
Puluh Koto.
- Silat Sungai Patai, Silat yang berkembang di Nagari Sungai Patai Tanah Datar.
- Silat Lintau, Berasal dari daerah Lintau Buo Kab.Tanah Datar,
Sumatera Barat. Silat ini merupakan silat yang terkenal di Minangkabau,
dengan dasar Lahkah Ompek (Langkah Empat) dan ada juga dengan Langkah Duo Boleh
(Dua Belas). Silat lintau memili guru silat di hampir 9 koto (daerah)
di lintau yang masing-masingnya memiliki gaya tersendiri namun tetap
berdasarkan langkah yang sama.
- Silat Alif Ba Ta, Silat yang menjunjung tinggi agama, silat yang
beraliran seni bela diri, silat yang sudah ada pada zaman dahulu kala
yang sekarnag berkembang di riau khususnya pekanbaru, alif ba ta telah
masuk dalm ipsi yang di kambangkan oleh bapak. suhaimi, yang memiliki
gerakan pembukaan atua labek.
Riau-Siak
- Perguruan Pencak Silat Mutiara Panca Rasa - perguruan yang
mempelajari agama Islam serta Ilmu Pencak Silat Aliran Pengian dan Ilmu
Pencak Silat Aliran Minangkabau serta Ilmu Pencak Silat Aliran Gerak
Pengelat yang dijaga keasliannya walaupun sudah mengalami perubahan
sesuai keadaan zaman.
Aliran dan perguruan di luar negeri
Amerika Serikat
- Pukulan Pentjak Silat Serak (atau Sera) - ditemukan oleh Pak Sera
dari suku Badui dan dikembangkan oleh Mas Roen dan Mas Djoet. Victor de
Thouars mengajarkan Pukulan Sera di area Los Angeles
- Soempat Silat - didirikan oleh Pak Tisari Majoeki, pengembang
tongkat rotan bergaris, yang aliran silat keturunannya dilanjutkan oleh
Maha Guru "Pak Vic" Victor de Thouars
- ODF Silat - didirikan oleh Maha Guru "Pak Vic" de Thouars, dibangun
untuk Hukum Pelaksanaan, khususnya serangan langsung dari pisau terbuka
- Tongkat Silat - didirikan Maha Guru "Pak Vic" de Thouars pada 1957, dengan pengaruh Silat Soempat dan Serak (Sera)
- Bukti Negara - aliran modern dan modifikasi Sera yang didesain oleh
keturunan pemilik Sera, Pendekar Paul de Thouars. Nama Bukti Negara
berarti "pemberian kepada bangsa," merefleksikan rasa terima kasih
Pendekar Paul de Thouars pada Amerika Serikat semua yang diberikannya.
Karena banyak pembatasan sistem induk Sera, Pendekar de Thouars
memodifikasi Sera untuk membentuk Bukti Negara agar menampakkan
bertambahnya perasaan pada seni
- Kuntao Silat - menggabungkan Kuntao dan Silat, seperti diajarkan Pendekar Willem de Thouars
- Pukulan Cimande Pusaka - aliran Silat Cimande
yang diturunkan dari Mas Jut, diajarkan oleh Pendekar William Sanders.
Aliran ini termasuk seni asli Embah Kajir (Kahir) dari desa Tarik Kolot
- Persatuan Pencak Silat Inti Ombak - aliran pencak silat Madura dan
Mataram (Yogyakarta), dan di lestarikan oleh Guru Daniel Prasetya yang
juga merupakan saudara sepadepokan dengan Pusaka Sakti Mataram lakutama
Eropa
- Perisai Diri
- Silat Cimande yang tersebar di Prancis, Belanda dan Belgium
- Gerak Ilham
- Saudara Kaum di Perancis, mengajarkan silat Minangkabau dan silat dari Tanah Sunda
- Pandeka Mihar G=Sentak di Austria, mengajarkan silat dari Minangkabau
Filipina
- Maphilindo Silat – aliran silat yang didirikan oleh Dan Inosanto
untuk menghormati guru silatnya. Terdiri dari aliran silat Malaysia,
Filipina, dan Indonesia.
Malaysia
- Semenanjung Malaysia
- Gayung Malaysia - salah satu dari 4 perguruan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia
- Silat Cekak – merupakan tipe silat bertahan, sebab memakai 99%
teknik bertahan dan hanya 1% teknik menyerang. Merupakan salah satu dari
4 padepokan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia
- Silat Lincah - salah satu dari 4 padepokan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia
- Sarawak
- Pencak Silat Melayu Asli (PSMA) Spring12 - Sebelum Merdeka dikenali
sebagai Pencak Silat Melayu Asli. Terdiri daripada 6 Peringkat latihan
yang diasaskan oleh Arwah Guru Bojeng Bin Sham yang menuntut dari
pakciknya iaitu HJ Jeraei. Hj Jeraei belajar di Kampung Dagang Sambas,
Kalimantan Indonesia dan merupakan anak murid harapan Guru Wanita
tersebut. Sekarang PSMA Spring12 telah mempunyai hampir 20,000 orang
ahli di seluruh Sarawak.
Thailand
- Seni Gayung Fatani – aliran silat Malaysia berasal dari Provinsi
Pattani di Thailand Selatan. Salah satu dari 4 perguruan silat terbesar
yang memiliki reputasi di Malaysia
Timor Leste
Kmanek Oan Rai Klaran (KORK)- ditemukan oleh Pak Jose dos Santos
"Naimori" Bucar di suco Suro distrik Ainaro, diresmikan secara nasional
sebagai organisasi pencak silat pada tahun 2001.